Translate

Selasa, 29 Mei 2012

Nilai Normal Lab dan interpretasinya




1.      Hb ; fungsinya mengangkut O2
Nilai normal :
Wanita : 12-16 gr/dl
Pria  : 14-18 gr/dl
Bayi : 12-24 gr/dl
Anak : 10-16 gr/dl
Penurunan hb biasanya terjadi pada penderita anemia, kanker, penyakit ginjal, pemberian cairan intravena berlebihan dan penyakit Hodkins.
2.      Leukosit (WBC); Pertahanan Tubuh
Nilai normal
Dewasa :4000-10000/mm3
Anak :9000-12000/mm3
Bayi baru lahir : 9000-30000/mm3
3.      Trombosit/Platelet; proses pembekuan darah
Jumlah normal : 150000-400000
4.      Different count/ hitung jenis leukosit
Urutan : basofil/eosinofil/Netrofil batang/Netrofil
  segmen/limfosit/Monosit
Nilai normal : 0,4-1/1-3/0-5/50-65/25-35/4-6
 Netrofil paling cepat bereaksi terhadap radang disbanding leukosit lain. Netrofil segmen merupakan netrofil matang. Peningkatan netrofil biasanya pada kasus infeksi akut, kerusakan jaringan (AMI).
5. Sediment RBC(LED) (normal: 0-15 mm/jam)
Mengukur kecepatan endap eritrosit dan menggambarkan komposisi plasma serta perbandingannya antara eritrosit dan plasma.
6.      Kolesterol
Kolesterol dalam darah cenderung membuat endapan yang nantinya akan mempersempit lumen pembuluh darah.
Nilai ideal :
Sampai dengan 200 ml/dl
Risiko sedang : 200-240 ml/dl ; risiko tinggi :>240 mg/dl
Klinis : peningkatan kolesterol mengakibatkan aterosklerosis.
7.     Trigliserida
Penyebab utama gangguan penyakit arteri dibanding kolesterol.
Nilai normal :
Dewasa muda : s/d 150 mg/dl
Tua : s/d 190 mg/dl
Anak : 10-135 mg/dl
8.     Gula darah
KGd puasa 70-100 mg/dl  (dewasa)
KGD postprandial : < 140 mg/dl
GDS : <200 mg /dl
9.      SGOT (serum glutamik oksaloasetik Transminase)
Enzim ini berada pada serum dan jaringan terutama hati dan jantung. Pelepasan enzim yang tinggi kedalam serum menunjukkan adanya kerusakan jaringan terutama pada hati dan jantung.
Pada penderita infark jantung , SGOT akan meningkat setelah 12 jam dan mencapai puncak ketika 24-36 jam kemudian dan kembali normal pada hari ketiga sampai hari kelima.
Nilai normal :
Laki-laki : 37 U/L
Wanita : 31 U/L
10.  SGPT (serum glutamik pyruvik transaminase)
Enzim yang ada pada hati
Nilai normal :
Laki-laki :s/d 42 U/L
Wanita : s/d 32 U/L
Peningkatan dalam serum mengindikasikan telah terjadi kerusakan pada hati, hal ini di tunjang dengan terasanya hati dengan 3 jari.
11.  Bilirubin
Nilai normal : 0-1,1 mg/dl
12.  Ureum
Nilai normal : 10-50 mg/dl
Peningkatan ureum disebabkan:
a. factor prerenal
- shock
- Penurunan volume darah ke ginjal
- perdarahan
- dehidrasi
- peningkatan katabolisme protein pada hemolisis
- luka bakar, demam tinggi dan trauma
b. factor renal
c. factor postrenal.
13.   Kreatinin.
Nilai normal :
Pria  0,6-1,3 mg/dl
Wanita : 0,5 -0,9 mg/ dl
Peningkatan kreatinin menunjukkan adanya penurunan fungsi ginjal dan mpenyusutan masa otot rangka. Peningkatan kreatinin terjadi pada GGA, GGK, shock yang lama, kanker, SLE, nefropatie diabetik, gagal jantung kongesti, AMI, dan konsumsi daging sapi tinggi.

14.  CK NAC
Merupakan enzim berkonsentrasi tinggi pada jantung dan otot rangka.
Nilai Normal :
Pria : 30-180 IU/L
Wanita : 25-150 IU/L
peningkatan pada CK mengindikasikan adanya kerusakan pada miokardium.
15.  CK MB
Nilai normal : < 10 U/L.
16.  Troponin
Nilai normal : <0,03
Peningkatan ini menjadi pertanda positif cedera sel miokardium.
17.  Sodium
Nilai normal :
Dewasa : 135-145 mEq/L.
18.  Potasium
Nilai normal :
Dewasa : 3,5-5,0 mmol/L



Urinalisis
-   Leukosuria atau piuria: merupakan salah satu petunjuk penting adanya ISK. Leukosuria positif bila terdapat lebih dari 5 leukosit/lapang pandang besar (LPB) sediment air kemih
-   Hematuria: hematuria positif bila terdapat 5-10 eritrosit/LPB sediment air kemih. Hematuria disebabkan oleh berbagai keadaan patologis baik berupa kerusakan glomerulus ataupun urolitiasis.
- Bakteriologis : Mikroskopis, Biakan bakteri
- Kultur urine untuk mengidentifikasi adanya organisme spesifik
- Hitung koloni: hitung koloni sekitar 100.000 koloni per milliliter urin dari urin tampung aliran tengah atau dari specimen dalam kateter dianggap sebagai criteria utama adanya infeksi.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar